5 Mei 2015, Waktu itu..



Huahuahua si anak linear ini lucu juga yaa.. hahah seru juga diajak becandaan. Masak dateng-dateng bilang “Iya Kangen aku” dengan suara ringan dan lantang. Hahaha adeek kecil lucu banget sih kamu ini.. :D

Sudah aku ingin bercerita sedikit banyak kejadian yang aku alami akhir-akhir ini. Sudah seminggu yang lalu hidupku dipersempit dalam melihat dunia luar sana dengan hilangnya leptop dan Hpku. Kejadian itu bermula ketika pukul 21.30 aku dan Isma pulang dari Wanitama usai melihat pameran buku. Tidak seperti biasanya Isma punyai firasat untuk mengingatkanku agar kunci kamar agar tidak dibiarkan bergelantung di pintu. Tetapi niatan itu untuk mengingatkanku dia urungkan. Entah dengan alasan apa. Menthok juga kagak enak dengan akunya., hehehhe tidak seperti biasanya juga jam segitu mata aku sudah ngantuk berat. Ingin banget tak pejamkan. Akhirnya tanpa ritual Sholat Isya’ aku langsung terlelap. Aku pasang alarm jam 03.00 dini hari untuk membaca buku. 

Dengan terjaga dalam kelelapan tidurku alarm itu pun berbunyi, tetapi katup mata masih begitu sulit untuk dibuka. Akhirnya dengan keputusan setengah sadar alarm aku matikan dan kembalilah aku bermimpi dengan kenyamanan.

Jam sudah menunjukkan pukul 04.00, di luar sana Ika teman samping kamarku sudah bangun untuk menunaikan ibadah sholat Subuh. Dia melirik pintu kamarku “kok tumben pintu kamar Anis sudah terbuka. Mungkin dia lagi Sholat Subuh” kata yang terbesit dalam benaknya. Akhirnya tanpa chek dalam kamarku dia kembali masuk kamar setelah ambil air wudhu.
Pukul 05.30 aku baru bangun dari lelapku. Biasalah anak muda kalau bangun yang pertama di chek itu pasti hp. “apakah ada BBM, WA, Instagram, Fb, Twitter yang mampir di Hpku?” itu pertanyaan yang selalu menjadi kejutan tersendiri ketika mendapat jawabannya.

Agak sedikit gugup, aku nyari hp kok tidak ada ya hpku. Lah aku nyari leptopku juga tiada. Aku inget banget hp dan leptop aku charger tepat di bawah kakiku. Tetapi setelah aku chek tidak ada dua barang itu. lalu aku lihat kamera DSLR-nya ARENA masih utuh. Lah aku lihat pintu sudah terbuka,. Helm berantakan. Lohh Jendela terbuka. “Aku kemalingaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn” dengan suara lantang aku berteriak. Sontak seluruh penghuni kost menuju kamarku. Banyak kata yang terucap dari bibir manis mereka “Sholat sikek Nis bentenang fikiranmu”, “Paling dipinjem temenmu Nis”, “Mungkin kamu lupa naruhnya Nis” Ahhh aku tak mampu menjawab pertanyaan mereka langsung nangis dah aku di tempat. 

Mereka sibuk nenangin akunya. Ada yang ngambilin air minum, dikasih jajanlah, dipijitinlah. Entahlah. Aku langsung  keinget ibukku. Langsung dah aku hubungi ibuk tetapi yang terdengar “Sisa pulsa Anda tidak cukup melakukan panggilan ini” Yaaahhh pulsaku enteeekkk... LTanpa basa basi teman kost yang lain minjemin hpnya untuk aku telfon ibukku. Ibukku kaget, terus minta diceritain dsb. Aku jelaskan kronologi yang semalem itu. setelah ibuk memintaku untuk nenangin diri dulu aku matikan dah hpnya. Terus aku hubungi Mas Taufiq. Beberapa menit kemudian masku itu langsung sampai di kostku. Yahh dalam keadaan berantakaan dan keapaadaannya aku menunujukkan inilah aku yang apa adanya. Huee kayak jadi lirik lagu.. hmm bentar aku lagi sedih ni.. :’(
Sampai jam sembilan lebih kalau tidak salah masku menemaniku, kemudian datanglah Isma dan Madam. Mereka menghiburku. Terimakasih dulur..

Weslah aku berusaha gak berkabung dalam kesedihan mulu. Belajar ikhlas. Yang aku sayangkan itu liputan 4 narasumberku yang dosen LB hilang. Data dan rekamannya lenyap. Sempat berfikir nyerah untuk penulisan berita bulan Mei, tapi aku mikir maneh Cuma segitu doang tohh tekadku.. huuu payah...!!! aku bangkit dah. Aku baca buku Karni Ilyas. Di buku itu ada kisah inspiratif yang mungkin bisa memberi stimulus padaku untuk kembali menulis beritaku bulan Mei. Sekarang aku kembali merintis pelan-pelan mengulang wawancaraku dengan narasumber yang kemaren. Ya Allah semoga lancar. Aamiin

Comments